TEMPO.CO, Jakarta - Sistem operasi terbaru dari Microsoft, Windows 8, telah resmi diluncurkan pada 26 Oktober lalu. Berbagai vendor komputer pun telah mengantisipasinya sejak jauh hari, antara lain dengan menyiapkan berbagai perangkat yang dilengkapi dengan fitur layar sentuh.
Laptop tipis ultrabook, misalnya—yang selama ini hanya mengedepankan bodi ramping dan solid-state drive (SSD) agar waktu bangun hanya butuh 2 detik—kini sudah memiliki fitur layar sentuh. Selain itu, beberapa laptop mainstream sudah ada yang mengusung fitur yang sama.
Tentu fitur layar sentuh yang kini dibenamkan pada komputer jinjing itu tak lepas dari kemampuan Windows 8 dalam menerima perintah melalui sentuhan jari untuk memindahkan dari satu menu ke menu lainnya. Bisa dibilang inilah eranya layar sentuh.
Untuk laptop, fitur layar sentuh tergolong »baru”. Meski sebelumnya sudah ada beberapa produk yang memiliki kemampuan itu, penggunaannya belum optimal. Sedangkan untuk telepon seluler cerdas dan komputer tablet, fungsi layar sentuh sudah digunakan secara optimal.
Menengok sejarah perkembangan layar sentuh, modul pertama fitur yang mempermudah pengoperasian sebuah perangkat digital ini sudah ada sejak 1971. Sedangkan perangkat yang dilengkapi dengan fitur ini mulai eksis pada 1975. Lantaran teknologi ini masih terbilang mahal dan peranti lunak belum banyak mendukung, fitur layar sentuh tak terlalu berkembang saat itu.





